Skip to Content

Selamatkan Rp300 Miliar: Skandal Pengadaan Tambang yang Terungkap

May 1, 2026 by
Selamatkan Rp300 Miliar: Skandal Pengadaan Tambang yang Terungkap
Rizki Rahmanto

Bagaimana praktik pengadaan yang tampak “normal” di perusahaan tambang berpengalaman belasan tahun ternyata menyimpan kebocoran masif—hingga akhirnya terungkap dan berhasil menyelamatkan sekitar Rp300 miliar? Temukan bagaimana investigasi tajam mengubah sistem, menutup celah fraud, dan mengembalikan kendali penuh atas integritas bisnis.

Di salah satu perusahaan pertambangan ternama di Kalimantan yang telah beroperasi lebih dari satu dekade, operasional berjalan stabil tanpa indikasi masalah besar di permukaan. Namun, setelah Rizki Rahmanto bergabung, pendekatan berbasis integritas dan ketelitian mulai membuka lapisan-lapisan yang sebelumnya luput dari perhatian.

Fokus investigasi diarahkan ke fungsi procurement—area yang sering dianggap rutin, namun menyimpan kompleksitas tinggi. Melalui penelusuran mendalam terhadap proses pemilihan vendor, struktur harga, serta alur persetujuan, ditemukan sejumlah praktik pengadaan yang tidak semestinya. Pola-pola ini mengindikasikan adanya inefisiensi serius sekaligus potensi fraud yang selama ini tersembunyi dalam sistem.

Alih-alih hanya menghentikan praktik yang bermasalah, pendekatan yang diambil berfokus pada pencegahan jangka panjang. Solusi yang direkomendasikan adalah implementasi sistem e-procurement—sebuah langkah yang terlihat sederhana, namun membawa perubahan fundamental. Dengan transparansi, standarisasi, dan kontrol yang lebih kuat, perusahaan mampu menutup celah kebocoran yang sebelumnya tidak terdeteksi.

Hasilnya signifikan. Transformasi ini tidak hanya memperkuat tata kelola, tetapi juga memberikan dampak finansial besar bagi perusahaan, membuktikan bahwa perbaikan pada area yang “terlihat biasa” seperti procurement, dapat menghasilkan perubahan luar biasa ketika ditangani dengan tepat.

Share this post
Skema Cashback Tersembunyi: Kebocoran Miliaran di Balik Spare Parts Maskapai